Departemen Perkaderan PP Mushida Selenggarakan Webinar Pengayaan Manhaj

30 Maret 2024

Oleh : Admin Mushida

mushida
Departemen Perkaderan PP Mushida Selenggarakan Webinar Pengayaan Manhaj

Syahadat adalah salah satu rukun Islam. Syahadat bukan sekadar ucapan formalitas seseorang saat menyatakan diri sebagai muslim. Syahadat adalah pernyataan sikap, keyakinan, dan pendirian mengenai sesuatu yang sangat prinsip. Syahadat yang benar adalah syahadat yang melahirkan bangunan kokoh yang saling menguatkan dan saling menopang.

Departemen Perkaderan PP Mushida menyelenggarakan Webinar Pengayaan Manhaj Kajian Surah Al-‘Alaq: 1-5 dengan tema “Melahirkan Kekuatan Syahadat dengan Iqra’ Bismirabbik” pada 19 Ramadhan 1445 H/30 Maret 2024.

Webinar ini diikuti oleh 500 partisipan zoom yang terdiri dari Pengurus Pusat, Pengurus Wilayah, Pengurus Daerah, dan anggota Muslimat Hidayatullah di seluruh Provinsi Indonesia.

Syahadat terdiri dari syahadat al-muayyanah dan syahadat al-idrak. Syahadat al-idrak merupakan satu akumulasi yang lahir dari proses empiris yang melibatkan al-khawasu al-khamsu.

Syahadat secara terminologi ialah satu persaksian akan suatu obyek yang diyakini kebenarannya berdasarkan data dan ilmu yang tidak diragukan lagi. Syahadat tidak bisa didoktrin tanpa berbasis data.

“Ketika Bilal bin Rabah menyatakan syahadatnya, maka sebenarnya ia bersyahadat bukan karena doktrin Rasulullah. Tapi karena ia melihat fakta keberhasilan seorang hamba yang ada pada diri Rasulullah dan sahabat,” tutur Anggota Dewan Murabbi Pusat Hidayatullah, Ustadz Naspi Arsyad, dalam materi yang disampaikan.

Setiap manusia memiliki masalah, jelasnya. Maka segala permasalahan yang ada diserahkan hanya kepada Allah dalam sholat, sehingga sholat bisa menjadi khusyuk.

“Proses syahadat umat Islam yang lahir dari zona nyaman atau comfort zone, maka dia tidak akan produktif dan tidak memiliki tantangan. Maka syahadat harus bertolak dari comfort zone, agar bisa aktif sehingga melahirkan kekuatan dasar bagi diri seorang muslim,” imbuhnya.

Syahadat akan selalu menjadikan seorang muslim terus melangkah ke depan. Jika syahadatnya kuat, ia mampu menghadapi masalah dengan optimis dan tanpa ada kekhawatiran.

Pada akhir webinar, Ketua Departemen Perkaderan PP Mushida, Zahratun Nahdhah mengungkapkan kesyukurannya atas kehadiran peserta dan kerja sama dari berbagai pihak hingga terselenggaranya webinar ini. Diharapkan Webinar Pengayaan Manhaj dapat memberikan motivasi untuk memperbaiki syahadat melalui proses iqra’ bismirabbik sehingga melahirkan syahadat yang kuat dan kokoh.

Antusias dan testimoni atas terselenggaranya webinar disampaikan para peserta yang hadir. “Semoga pemahaman ini dapat diamalkan dalam kehidupan berdakwah dan kehidupan sehari-hari,” ungkap Salbia Asma.

“Jazakumullahu khair atas materi yang disampaikan hari ini, dapat memperkaya wawasan tentang makna iqra’ bismirabbik dari yang kami dapatkan melalui kajian-kajian Sistematika Wahyu,” sebut Ummu Faza.