Meneguhkan Kiprah Kebangsaan Muslimat Hidayatullah

Pengabdian teguh meluas Muslimat Hidayatullah untuk agama dan bangsa Indonesia.

Sekuntum Bunga untukmu Wahai Pecinta Keluarga

Muslimat Hidayatullah menyadari beratnya tantangan kepengasuhan anak di masa mendatang.

Saudara Muslimahku Tetaplah Teguh Imanmu

Engkau tak sendiri, tetaplah tegar. Rahmat Allah SWT bagimu atas kesabaranmu

Berita Terbaru

Siaran Pers

Pengurus Pusat

Album Kegiatan

Annisa News

Kamis, 12 Juli 2018

Seminar Negeri Serumpun: Ketahanan Keluarga Menuju Indonesia Beradab

KELUARGA adalah unit terkecil suatu negara. Jika ingin membangun negara, maka kita harus membangun keluarga terlebih dahulu.

Setiap anggota keluarga masing-masing mempunyai tugas dan peran yang harus dilakukan dengan cara ma'ruf dan sesuai dengan syariat sehingga keharmonisan keluarga bisa tercipta, bahkan menjadi sebuah kekuatan.

Ayah, Ibu dan Anak yang terikat dalam institusi keluarga menjadi pelaku aktif dalam membangun sebuah keluarga yang kokoh dan juga bahagia.

Seorang ayah yang cerdas spiritualnya, dia akan berusaha keras agar semua anggota keluarganya dipastikan taat dengan aturan-aturan yang telah diyakini bersama.

Begitupun sang ibu, dengan kelembutannya dia harus cerdas memanage agar ia dan seluruh penghuni rumahnya selalu dekat dengan Dzat yang telah memberi mereka hidup dan kehidupan.

Lantas bagaimana agar anak-anak mampu mensyukuri segala nikmat yang telah diberikan Allah kepadanya? Inilah PR para orang tua, mendidik mereka agar bersyukur dalam setiap keadaan. Mengajak mereka agar senantiasa menjaga adab, ibadah dan akhlaknya.

Lalu, apa yang harus kita; orang tua, -khususnya sebagai seorang ibu- lakukan agar tercapai harapan menjadikan keluarga dan seluruh anggota keluarga kuat, cerdas dan berakhlakul karimah?

Salah satu jawabannya Insyaa Allah ada dalam materi seminar yang akan digelar oleh Pengurus Pusat Muslimat Hidayatullah.

Dalam sesi yang terdiri dari 3 pembicara, yaitu Ketua Umum PP Muslimat Hidayatullah Dra Reni Susilawati, M.Pd.I, Ketua Wanita ISMA Malaysia Norsaleha Mohd Salleh,Ph.D serta Guru Besar Institute Pertanian Bogor - IPB Pakar Ketahanan Keluarga yang juga Ketua GiGa (Penggiat Keluarga) Indonesia Prof Dr Euis Sunarti, kita akan mengetahui bagaimana peran ibu dalam membangun ketahanan keluarga. Dilengkapi uraian bernas tentang Wanita Bahagia, Dunia pun Terasa Sempurna, kita akan mengetahui bagaimana peran ibu dalam membangun ketahanan keluarga.

Tak kalah pentingnya kita akan mengetahui pula kiat serta tips membangun ketahanan keluarga dari berbagai aspek kehidupan. Di akhir sesi, kita akan mendapatkan inspirasi sekaligus pelajaran berharga dari uraian singkat tentang bagaimana konsep parenting Nabawiyah menjawab persoalan dan permasalahan keluarga ke depan.

Penasaran, kan?

So, don't miss it! Seminar Negeri Serumpun "Membangun Ketahanan Keluarga Menuju Indonesia Beradab", tanggal 29 Juli 2018 di Auditorium Perpusnas Jl. Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat.

Narahubung: 081346609254 (Zahratun Nahdhah)

Selasa, 12 Juni 2018

Muslimat Hidayatullah Depok Bagikan 120 Bingkisan Lebaran untuk Dhuafa

DEPOK - Pengurus Daerah Muslimat Hidayatullah Depok menggelar bakti sosial dengan membagikan bingkisan lebaran Idul Fitri 1439 untuk 120 keluarga dhuafa dan janda. Acara yang digelar bekerjasama dengan Yayasan Pondok Pesantren Hidayatullah Depok ini diselenggarakan di halaman TKA Yaa Bunayya Hidayatullah Depok, Selasa (12/6/2018).

Acara didahului dengan taushiah agama oleh Ketua Yayasan Pondok Pesantren Hidayatullah Depok Ustadz Lalu Mabrul, M.Pd.I. Dalam ceramahnya, beliau berpesan tentang keutamaan dan kebahagiaan yang akan dirasakan oleh orang yang beriman kepada Allah SWT.

Ust Lalu Mabrul menjelaskan tentang ciri-ciri orang yang hidupnya penuh dengan kegembiraan karena keberimanan dan keberislamannya.

Dalam keterangannya, Ketua Panitia Neneng Asiah mengatakan kegiatan ini merupakan acara tahunan yang diinisiasi oleh Muslmat Hiadyatullah dan Yayasan Pondok Pesantren Hidayatullah Depok.

Senada dengan itu, Ketua Panitia Ramadhan 1439 Hidayatullah Depok,  Muhammad Khumaini, menambahkan bakti sosial pembagian bingkisan sembako lebaran ini diharapkan akan semakin mengeratkan silaturrahim antar masyarakar sebagaimana telah terjalin selama ini.

Sebanyak 120 penerima bingkisan yang umumnya adalah warga sekitar pesantren Hidayatullah Depok dan sekitarnya tampak antusias mengikuti bakti sosial ini. Mereka menyampaikan ucapan terima kasih atas santunan tersebut. Acara ini turut didukung oleh Laznas Baitul Maal Hidayatullah dan disponsori portal berita keluarga www.parentnial.com (ybh/hio)

DOKUMENTASI FOTO/VIDEO:

























Minggu, 10 Juni 2018

Muslimat Hidayatullah Depok Gelar Kegiatan 2 Hari Sanlat Ramadhan Ceria

DEPOK - Pengurus Daerah Muslimat Hidayatullah Kota Depok menggelar acara Pesantren Kilat (Sanlat) Ramadhan Ceria For Kids yang rencananya digelar selama 2 hari berlokasi di komplek terpadu nan asri Kampus Pondok Pesantren Hidayatullah Depok, Jawa Barat.

Bulan Ramadhan adalah momentum edukasi sebagai Madrasah penumbuh jatidiri mulia dan peneguh iman Islam sejak dini. Dalam rangka aktualisasi nilai-nilai agung tersebut, PD Muslimat Hidayatullah Kota Depok akan menggelar kegiatan Peskil Ramadhan Ceria pada 8-9 Juni 2018 di Kampus Pondok Pesantren Hidayatullah Depok.

Program seru Ramadhan ini terbuka untuk umum bagi anak usia 6 s/d 12 tahun dengan infaq kegiatan sebesar 35K dan ada diskon menarik bagi yang mendaftar dengan saudara atau kerabatnya.

Dengan mengangkat tema: “Belajar Shirah Aku Bangga, Dekat Dengan Al Qur’an Aku Bahagia”, PD Muslimat Hidayatullah berkomitmen terus berperan aktif dalam menghantarkan anak anak kita ke gerbang ilmu dan iman Islam yang menggembirakan.

Ketua Panitia Fiqih Ulyana mengatakan kegiatan kegiatan ini merupakan acara yang rutin digelar Muslimat Hidayatullah Depok untuk menunjang kegiatan Ramadhan anak-anak keluarga muslim semakin istimewa.

Alhamdulillah acara berlangsung semarak, bahkan panitia terpaksa harus menolak pendaftar yang membludak karena keterbatasan ruang.

Kegiatan menjadi sangat spesial karena dapat menghadirkan narasumber luar biasa yaitu Ustadzah Ir. Amalia Husna Bahar, M.Pd.I yang juga merupakan mantan Sekretaris Jenderal PP Muslimat Hidayatullah. Di sela-sela padatnya kesibukan beliau sebagai konsultan di sejumlah lembaga pendidikan dan bisnis, ibunda Amalia berkenan meluangkan waktu yang disambut antuasia anak-anak.

Penyampain yang menarik dan atraktif dari beliau yang juga penggagas dari Komunitas Pengajian Shirah Nabawiyah (KPSN) dan telah menelurkan produk dengan label "Kuartet Shirah", ini membuat anak-anak betah berlama-lama menyimaknya.

Acara ditutup pada hari kedua yang dirangkaikan dengan acara buka puasa bersama dan shalat tarawih berjamaah yang berlangsung di aula SD Integral Hidayatullah Depok. (ybh/hio)

FOTO DOKUMENTASI:






















Sabtu, 19 Mei 2018

Momentum Ramadhan dan Penghormatan kepada Pemilik-Nya


Oleh Reni Susilowati*

IQRA' bismi Rabbikalladzii Khalaq, ayat pertama yang sudah kita pahami makna dan esensinya. Yakni perintah membaca apa yang telah diturunkan Allah SWT (Al Qur’an), menyelami yang diilhamkan kepada Rasulullah (Al Hadits) dan yang diciptakan (antara langit dan humi), serta apa yang diperjalankan (kejadian dan peristiwa). Semua hanya karena kebesaran Allah, keagungan dan karunia-Nya.

Membaca di sini adalah dengan indera baca fisik dan pembacaan dengan hati (metafisik) untuk mewujudkan hasil bacaan yang terus menerus, konsisten, berkesinambungan: Billah, Lillah dan Fillah.

"Ke mana pun kalian berpaling, di sanalah wajah Allah" (Q.S. Al Baqarah: 115).

Dari berbagai tafsir para ulama dapat disimpulkan, bahwa kemampuan kita memandang kekuasaan Allah harus senantiasa melahirkan sikap Wa Rabbukal Akram. Pengagungan akan kekuasaan Allah dalam sistem kesadaran ber-Tuhan bahwa dirinya adalah seorang hamba yang hina, lemah, bodoh.

Dengan ilmunya, Iqra bismi Rabbik melahirkan kesadaran iman wa rabbukkal akram. Jika sudah sampai tahapan Iqra wa rabbukal akram, akan semakin meningkatkan ilmu Tauhid dan imannya. Mereka memalingkan wajah dari segala sesuatu selain Allah. Bagi mereka kiamat telah nampak dan hadir.

"Dan tidak ada sesuatu pun, melainkan pada sisi Kamilah khazanahnya" (Q.S. Al Hijr: 21).

Tidak ada apapun, kebaikan atau keburukan, melainkan khazanahnya telah ditentukan oleh Sang Maha Pemilik segala sesuatu. Bagaimana khazanah itu menjadi hikmah kehidupan, tergantung bagaimana kita memurojaahnya.

Hikmah tersebut ibarat air hujan. Ia turun sesuai maslahatannya, turun pada musimnya dan dengan ukuran yang sesuai, banyak atau sedikit. Namun dari sumbernya, air itu tidak terbatas. Hikmah itu tidak akan menghampiri jika kita tidak mencari dan berusaha menggalinya.

Lantas, bagaimana kita menelaah hikmah diperjalankannya Ramadhan untuk diri kita di tahun ini, bagaimana kita membaca hikmah Ramadhan dan merengkuhnya spiritnya?.

Motivasi dari para ulama, yang harus kita renungkan, seandainya para ahli kubur dihidupkan lagi, walaupun sesaat yang sekejap, mereka tidak akan mensia-siakan waktu Ramadhan, walaupun sekedipan mata, untuk menyempurnakan eksistensi Tuhan dan Pengagungan Rabb sebenar benar pengagungan yang menjadi hak-Nya dalam Dzatnya.

Bismillahirrahmanirrahiim, dengan nama Allah yang Memiliki sifat sifat yang sempurna dalam Ismun dan Af’alnya, dengan kesempurnaan nama dan perbuatnnya, kita mengagungkan Ramadhan ini karena keagungan bulan yg disempurnakan karena karuniaNya.

Kita melampaui Ramadhan ini dengan seluruh sifat dan pebuatan-Nya untuk menunjukkan Keagungan-Nya dalam diri kita, karena Keagungan dan Karunia-Nya untuk memuliakan hamba hambanya yang beriman, dilimpahkan barokah Ramadhan bagi yang berkenan memungutnya, mengumpulkannya dan menggenggamnya dengan erat, agar waktu tidak terlepas dengan sia-sia tanpa kemuliaan.

Mari kita mengumpulkan hikmah Ramadhan dengan menyempurnakan penghormatan kepada Pemilik-Nya. Kita sempurnakan penghormatan dengan menyempurnakan persangkaan baik kita kepada Rabb, dengan doa-doa yang kita dawamkan pada setiap tatapan mata ketika melihat, setiap desiran bunyi yang terdengar, setiap bersitan hati yang terpikir.

Kita sempurnakan persangkaan baik kita akan terkabulnya semua lantunan munajat pada setiap denyutan nadi yang berdetak. Yang lebih baik dari orang orang yang beriman adalah yang paling baik persangkaannya kepada Allah.

“Aku tergantung apa sangka hamba-Ku kepada-Ku.” Setiap hamba memiliki gambaran dan bayangan tentang diri-Ku. Dalam gambaran apa pun yang dibayangkan tentang-Ku, di situlah Aku ada. Aku takkan memedulikan hakikat di mana tidak ada Aku. Karena itu, bersihkanlah bayang bayangmu, wahai hamba-KU, sebab disitulah tempat tinggal-Ku. (Jalaludin rumi, ketika menjelaskaan tentang Aku tergantung apa sangka hamba-Ku). 

Hasil dari tatapan mata adalah Keagungan Rabb, pikiran dan mata hati kita mengagungkan-Nya, diiringi doa, agar diberi  petunjuk mampu mengagungkan-Nya dengan sebenar benar Pengagungan dan penghambaan.

Kita memohon diberi petunjuk kepada pengagungan yang dapat mengantarkan kita pada penghambaan yang sempurna, sehingga kita termasuk golongan yang dimampukan dalam memberi penghormatan yang sempurna dalam keagungan-Nya.

Setiap bunyi yang terdengar tertuju semata akan kekuasaan Allah, dengan bunyi yang sampai ke telinga kita, kita menyempurnakan pujian hanya untuk-Nya.

Kesempurnaan pujian untuk-Nya diiring doa doa agar kita diberi petunjuk untuk dikuasakan dalam memuji-Nya dalam Kemaha-Sucian-Nya, sehingga dengan pujian yang ikhlas untuk-Nya, kita diberi petunjuk untuk beristghfar dengan sebenar benar istighfar, sepanjang istighfar kita, sepanjang telinga kita mendengar.

Hasil dari bersitan hati yang terpikir hanyalah Kemuliaan Allah. Kemuliaan akan seluruh kesempurnaan ciptaan-Nya. Dalam kemuliaan-Nya yang selalu tertoreh di hati, kita iringi dengan doa agar diberi petunjuk dalam kesempurnaan mencintai-Nya, bermakrifat kepada-Nya, sehingga kesempurnaan keridhoan-Nya adalah kasih-sayang-Nya untuk diberikan kepada kita.

Kita insya Allah akan memetik barokah Ramadhan tahun ini dengan kesempurnaan prasangka baik kita pada Rabb, bahwa malam seribu bulan disiapkan untuk kita, mari kita gunakan mata untuk berdialog dengan hati supaya memahami. Kita gunakan telinga untuk bersenandung dalam dzikir orang orang yang kehausan makna hakiki.

Kita gunakan pikiran untuk memuaskan hasrat fitrah kita untuk ber-Tuhan, senantiasa memuliakanm dan membesarkan-Nya. Dalam Ramadhan ini, kemuliaan dan keberkahan disiapkan untuk kita semua yang berkenan memanfaatkan.

_______
*)RENY SUSILOWATI, penulis adalah Ketua Umum PP Muslimat Hidayatullah

Sabtu, 28 April 2018

Sabriati Aziz Presidium BMOIWI Bersama 5 Tokoh Wanita Lainnya

JAKARTA - Ketua Majelis Pertimbangan Pusat (MPP) Muslimat Hidayatullah DR. Hj. Sabriati Aziz, M.Pdi, ditetapkan menjadi Presidium Badan Musyawarah Organisasi Islam Wanita Indonesia (BMOIWI) bersama dengan 5 tokoh organisasi wanita Islam lainnya.

Penetapan tersebut dilakukan pada gelaran Munas XIII BMOIWI yang digelar pada 27- 28 April 2018 yang mengangkat tema "Ketahanan Keluarga Menuju Indonesia Emas", pemukaan dilaksanakan di Gedung Nusantara V MPR RI Jakarta, Jumat (27/4/2018).

Seperti diketahui, kepemimpinan BMOIWI menggunakan sistem presidium. Bersama Sabriati Aziz sebagai Presidium BMOIWI periode 2018- 2023, duduk pula sebagai Presidium lainnya yaitu DR. Hj. Aan Rohana dari Salimah, Dra. Hj. Euis Fetty Fatayati dari Forsap, DR. Hj. Nelly Nailatie Maarif dari Wanita Perti dan DR. Hartini Salama dari Muslimat Ittihadiyah.

Sabriati Aziz dalam keterangannya mengatakan, selain sebagai tempat berhimpun organisasi wanita Islam, BMOIWI juga merupakan wadah silaturrahim dalam rangka mengeratkan persaudaraan dan meluaskan kiprah kebangsaan.

"Telah menjadi komitmen bersama untuk terus menguatkan peran dan kiprah BMOIWI terutama dalam ketahanan keluarga," kata Sabriati Aziz.

Sabriati pun menyambuat baik seruan yang disampaikan Ketua MPR RI Dr (HC) H. Zulkifli Hasan saat menyampaikan sosialisai Empat Pilar saat membuka Munas XIII BMOIWI yang menyerukan kepada seluruh kaum wanita dan para ibu-ibu yang aktif di seluruh Ormas Islam yang ada di Indonesia agar ikut berperan aktif mengahadapi Pemilhan Umum (Pemilu) yang sebentar lagi akan dilaksanakan.



Pada kesempatan itu Zulkifli mengingatkan kita kita sudah memasuki tahun politik, karena itu diperlukan ketelitian siapa lagi yang akan mengisi tempat-tempat yang strategi, kalau kita tidak berperan aktif dan kalau kita tidak aktif maka tempat itu akan diisi oleh orang lain.

"Selain pencerahan agama, BMOIWI tentu dituntut untuk melakukan pencerahan sosial politik kepada segenap elemen umat khususnya dalam level keluarga demi tercapainya ketahanan keluarga Indonesia yang berperadaban," kata Sabriati.

Founder Komunitas Pencinta Keluarga (KIPIK) ini menukaskan, dengan semangat persaudaraan dan kebangsaan, ia berharap BMOIWI terus bertumbuh menjadi rumah besar perkumpulan wanita muslimah. (has/kls)

Minggu, 08 April 2018

Muslimat Hidayatullah Teguhkan Peran sebagai Pilar Peradaban Bangsa

SEMARANG - Muslimat Hidayatullah didorong untuk terus menguatkan perannya di bidang kewanitaan dan kemuslimatan dalam rangka menjadi pioner tegaknya peradaban bangsa.

Pesan tersebut merupakan benang merah dari sambutan dan pengarahan sekaligus sambutan pembukaan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Muslimat Hidayatullah Semarang yang disampaikan pengurus DPD Hidayatullah Semarang, Ust Masrukin, di Komplek Ponpes Hidayatullaah Semarang, Ahad (8/4/2018).

Masrukin menegaskan, peran muslimah dalam menegakkan peradaban sangat penting dan mendasar. Dia mengatakan banyak keistimewaan dan kedudukan para Muslimat.

"Sampai-sampai dalam Al Qur'an Allah mengabadikan dalam satu surah lengkap yakni Surah Annisa. Surah yang membahas tentang kemuliaan para muslimat," kata Masrukin.

Beliau mengatakan, beban dakwah ke depan semakin berat, jadi dibutuhkan kerjasama antar istri dan suami agar bisa berbagi peran dakwah dan saling support.



Senada dengan itu, Ibunda Siti Alfiyah, selaku ketua Pengurus Wilayah Muslimat Hidayatullah (PW Mushida) Jateng dalam sambutannya mengingatkan agar kepengurusan Mushida Semarang harus lebih maju, solid dan program yang direncanakan dapat dilaksanakan secara maksimal nantinya.

Rapat kerja Daerah Mushida Kota Semarang memberi kesan mendalam bagi para pengurus dalam proses evaluasi program-program tahun sebelumnya.

Ketua PD Mushida Kota Semarang, Ibu Tri Nike, berharap semoga dengan semangat baru dan evaluasi program yang sudah dilakukan hari ini dapat menjadikan pelajaran penting bagi pengurus daerah Mushida Kota Semarang untuk berbenah lebih baik dan semakin banyak dirasakan manfaat dari program-program yang diguliarkan.*/ YUSRAN YAUMA

Info Lainnya

Copyright Mushida.org © 2018 | Kontak Kami